Berkah dan Musibah

0
830

Di dalam berkah ada musibah, di dalam musibah ada berkah, di balik kejayaan ada hina nista, dibalik kehilangan ada mendapatkan, kedua aspek dualis itu berjalan bersama-sam, ibarat bayangan yang mengikuti benda, sebagaimana kebahagiaan akan diikuti penderitaan, kesuksesan akan diikuti kegagalan, kekayaan akan diikuti kemiskinan, atau sebaliknya; bagaikan saudara kembar yang susah dipisahkan dan sulit dibedakan. Inilah realita kehidupan di dunia kita yang sebenarnya. Seorang arif bijaksana tidak terikat maupun menolak realita alam.

R.A. Kartini melukiskannya dengan istilah “habis gelap terbitlah terang”, yang artinya ketika dalam kegelapan, janganlah kita takut, resah, gelisah, dan putus asa, karena kegelapan akan selalu berganti dengan terang; memandang kegelapan malam yang begitu pekat, orang arif dengan jelas memahami terang segera tiba.

Ketika air surut sampai puncaknya, maka pasangpun datang; laksana seorang manusia yang jatuh merosot pada kondisi kehidupan yang tak berdaya, tak punya harapan, orang arif akan penuh pengharapan, sebab ia yakin kehidupannya akan pasang kembali; berkah yang berlimpah akan datang, maka ia tak hanya duduk diam menunggu tibanya waktu, ia akan mengemanasi dirinya kapan saja dimana saja, dia siap bangkit kembali.

Orang bijak akan memandang fenomena lika liku kehidupan manusia yang penuh kondisi dualis sebagai proses pembelajaran kepribadian yang harus dilewati secara alami, wajar dan sangat biasa; jatuh untuk bangun kembali, mundur pun bisa berarti untuk maju, istirahat untuk persiapan perjalanan yang panjang, kegagalan pun adalah gerbang menuju kesuksesan, apapun yang akan terjadi, hanyalah sesaat dalam proses perjalanan kehidupan yang panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here