Waisak Bersama dan Bazaar Amal 2016, Pusdiklat Buddhis Maitreyawira, Jakarta

0
2304

Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2560, pada tanggal 29 May 2016, Pusdiklat Buddhis Maitreyawira mengadakan acara Waisak Bersama dan Bazaar Amal 2016. Acara berlangsung sukses dan lancar. Ratusan umat berbondong-bondong datang ke acara Waisak bersama dan bazaar amal ini.

Bazaar amal telah dimulai dari pagi, sekitar pukul 8.00 AM, di area lantai 1 dan 2. Terdapat berbagai stand-stand makanan, mulai dari bakmi, nasi padang, nasi bali, hingga martabak manis vegan. Selain itu, juga terdapat stand aneka minuman dan makanan ringan.

Sementara di lantai tiga, acara diawali dengan bimbingan dharma dari Maha Sesepuh Wang melalui ceramah online, yang kemudian dilanjutkan oleh bimbingan dharma oleh Maha Pandita Halim Zen Bodhi. Pada kesempatan kali ini, Maha Pandita Halim berbagi tentang kebajikan-kebajikan Sang Buddha Gautama yang patut kita teladani, antara lain kebijaksanaan, kasih, serta pengorbanan yang luar biasa dari sang Pangeran Sidharta.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan presentasi laporan progress pembangunan Pusdiklat Adhi Maitreya, Palmerah, oleh Ibu Pandita Lim. Vihara Palmerah merupakan vihara pertama di Jakarta, yang telah berusia 62 tahun. Proyek renovasi dan pembangunan Pusdiklat Adhi Maitreya ini telah berlangsung hampir satu tahun, dengan progress mencapai sekitar 60%. Para umat juga diberi kesempatan untuk turut serta dalam proyek pembangunan Pusdiklat Adhi Maitreya ini dengan berbagai paket-paket dana yang telah disiapkan panitia.

Setelah sembahyang siang, acara kesenian pun dimulai. Dibuka dengan sebuah tembang Sang Buddha Sakyamuni oleh saudara Cuandi, kemudian diikuti oleh penampilan Tarian Kasih Alam oleh tim Kilau Pelangi, yang merupakan salah satu peserta Festival INLA tahun 2015 yang memperoleh predikat penampilan terbaik. Kemudian, dua buah tembang kasih alam masing-masing dibawakan oleh saudara Christopher Yang dengan judul lagu Lii Ye Zhi Ge, dan dilanjutkan dengan tembang Alami Penuh Berkah Selalu oleh saudari Deasy.

Acara kemudian dilanjutkan oleh penampilan Senam Sukacita Semesta oleh tim Semilir Angin, yang juga merupakan salah satu tim penampilan terbaik dari festival INLA tahun lalu. Acara ditutup dengan senam bersama dengan para hadirin. Disamping kemeriahan acara di lantai tiga, lantai dua juga diadakan acara talk show, yang berbagi tentang bagaimana cara menyeduh kopi kebahagiaan dengan baik dan benar.

 

for more pictures, click here

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here