Peringatan Hari Trisuci Waisak 2560 & Perayaan Hari Papa Mama Vihara Maha Maitreya – Medan

0
875

Penanggalan lunar bulan 4 tgl 15 (四月十五) hari Sabtu 21 Mei 2016, tepat pukul 18.50 bertempat di Vihara Maha Maitreya, panitia acara menyuguhkan sebuah video klip singkat yang menceritakan “Kisah Perjalanan Hidup Pangeran Siddharta“ sebagai pembuka acara untuk memperingati 3 peristiwa penting di Hari Trisuci Waisak 2560. Video singkat tersebut mengajak para umat untuk merenung kembali tentang kehidupan Sang Buddha Gaotama yaitu dari kelahiran sebagai Pangeran Siddharta, mencapai penerangan sempurna dan hari suci parinibbana Sang Buddha Sakyamuni.

Pada kesempatan ini juga, panitia memperingati hari Papa Mama sebagai wujud ungkapan bakti kepada orangtua. Mengapa dua momen khusus ini diperingati & dirayakan pada waktu dan hari bersamaan ? “Berbakti bukan hanya dengan cara memberi kebutuhan sandang, pangan, papan yang baik kepada orangtua, tetapi harus bisa mengajak mereka untuk membina diri. Sang Buddha Sakyamuni seorang putra kerajaan yang hidup melimpah, beliau menjalankan bakti mulia dengan cara melepaskan diri dari keduniawian dan menjalani hidup suci ilahi hingga mencapai penerangan sempurna. Sang Buddha Sakyamuni pernah bersabda bahwa bakti yang tertinggi adalah apabila kita mampu mengajak kedua orangtua ikut membina. “ (inilah kutipan bimbingan Pdt. Anna Monita dalam momen hari tersebut. )

Pandita juga menyampaikan, “untuk membantu misi Dunia Satu Keluarga, kita harus mampu menjadikan setiap anggota keluarga kita ikut membina, terutama kedua orangtua kita, inilah bakti terbesar dan tertinggi nilainya agar dapat merealisasikan misi Buddha Maitreya yaitu membentuk sebuah Keluarga yang indah mulia, sunya dan bahagia.

Berbagai acara kesenian ditampilkan untuk mendukung kesempurnaan acara, persembahan duet tembang “ Bakti Nurani” dibarengi drama pantomin, solo “Mama Tersayang“ diiringi Cheerful Band, tim koor anak-anak sekolah minggu yang membawakan lagu “Shi Shang Zhi You Mama Hao“ dan persembahan tembang “Ayahanda Terkasih“ dari tim muda-i, melengkapi nuansa kudus, haru dan menyentuh relung hati setiap penonton. Persembahan drama nurani “Bakti adalah Kunci Kesuksesan Hidup“, telah memberi pesan moral positif yang bermakna bagi setiap orang, bahwa bakti merupakan salah satu kunci bagi setiap orang untuk meraih hidup sukses lahir batin. Tanpa bakti, segala amal kebaikan yang kita lakukan akan berkurang nilainya, karena kesuksesan yang sesungguhnya justru berasal dari doa seorang ibu dan dukungan ayah. Memasuki sesi renungan, hakekat bakti yang mulia adalah apabila seseorang mampu berbakti kepada orang tua di dunia, niscaya ia akan berbakti pada Tuhan Maha kuasa.

Sesi acara istimewa pada hari tersebut, panitia membuka kesempatan kepada setiap anak untuk mempersembahkan teh kepada orang tuanya di hadapan Buddha Maitreya, untuk menyatakan rasa terima kasih dan bakti tulus atas budi jasa papa mama yang telah melahirkan, mendidik dan membesarkan anak-anaknya hingga saat ini. Para penonton tampak sangat antusias dan tersentuh dengan momen tersebut. Sebuah pengalaman dan pelajaran berharga telah terpatri dalam sanubari para penonton sebelum mereka meninggalkan ruangan acara. Doa penutup dihaturkan kehadapan Tuhan Maha Kuasa, semoga papa mama di dunia semakin arif mendidik dan membimbing anak-anaknya, sehat dan bahagia selalu. Semoga Tuhan menjadikan kami anak-anaknya sebagai anak yang selalu bisa mensyukuri segala rahmat-Nya, berbakti dan saleh sehingga terbentuk keluarga harmonis sejahtera menuju dunia satu keluarga yang bahagia.

for more pictures, click here

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here