Seluruh penjuru dunia bersorak gembira. Sukacita dan rasa penuh syukur menghiasi wajah tiap orang. Akhirnya, hari yang dinanti-nantikan pun tiba, Peresmian Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda dimulai, didukung oleh panitia-panitia yang berasal dari berbagai daerah untuk turut membantu mensukseskan acara peresmian tersebut.

Sungguh sangat berbahagia, pada kesempatan kali ini bukan hanya Maha Sesepuh Wang yang hadir, namun Maha Sesepuh Yan turut hadir, diikuti para sesepuh dan pandita dari berbagai negara, untuk merayakan Peresmian Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda. Rombongan Maha Sesepuh tiba di Balikpapan pada tanggal 4 Maret 2016, kurang lebih pukul 20.00 waktu setempat. Rombongan langsung diarahkan untuk makan malam dan melanjutkan perjalanan menuju salah satu hotel di Balikpapan untuk istirahat.

Keesokan harinya, 5 Maret 2016, rombongan Maha Sesepuh langsung menuju Samarinda setelah menyantap sarapan pagi yang telah disediakan di hotel Balikpapan. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 3 jam dari Balikpapan ke Samarinda. Kurang lebih pukul 11.00 siang rombongan Maha Sesepuh tiba di Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda dan langsung disambut dengan wajah-wajah yang penuh kegembiraan. Ucapan salam yang bergema sambil mengiringi rombongan Maha Sesepuh dan diiringi dengan tepuk tangan yang begitu meriah.

Waktu makan siang pun tiba, seluruh rombongan Maha Sesepuh makan siang dan dilanjutkan dengan istirahat sejenak. Sesudah itu, acara sesungguhnya pun dimulai, peresmian pertama adalah peresmian DMG dan store. Kita tidak asing lagi dengan DMG, membawakan dan memperkenalkan budaya baru melalui jam kebahagiaan, dimana time is not money again but “Time is Happiness”. Selain itu store menjual berbagai souvernir, seperti tas, baju, dan uniknya juga menjual bantal-bantal yang bergambarkan Xiao Mi Le yang menggunakan busana Dayak. Peresmian DMG dan store tersebut dilakukan dengan pengguntingan pita secara serentak oleh Para Sesepuh dan Para Pandita.

Perasaan bahagia lebih meluap lagi hingga langit pun cerah mengiringi acara demi acara. Acara berikutnya adalah peresmian “Monumen Dunia Satu Keluarga”. Monumen tersebut berbentuk lingkaran dimana diatasnya bediri tegak patung Buddha Maitreya sebagai lambang dunia satu keluarga. Disekitar monumen tersebut terukir 12 shio dimana di depan setiap shio terdapat seikat balon. Para sesepuh dan pandita naik ke atas Monumen Dunia Satu Keluarga, sisanya berada di bawah dan mendapatkan 1 buah balon.

3..2..1.. Secara serentak balon di setiap shio dipotong sebagai tanda diresmikannya Monumen Dunia Satu Keluarga, diiringi dengan pelepasan balon yang telah dibagikan sebelumnya. Warna-warni balon yang beterbangan menghiasi langit biru dan diiringi dengan tarian shi jie yi jia. Sungguh suasana yang hangat dan bahagia menyelimuti.

Kemudian, disusul pula dengan peresmian Fortunate Coffee, yang terletak di bawah monumen dunia satu keluarga. Peresmian dilakukan dengan pembukaan tirai LN Fortunate Coffee. Grinder yang berbunyi sebagai tanda bahwa Fortunate Coffee telah diresmikan dan diikuti dengan penulisan kaligrafi. Setelah itu para sesepuh dan pandita menikmati secangkir kopi dan roti kebahagiaan. Di luar Fortunate Coffee tersebut terdapat pondokan-pondokan yang mengelilingi Fortunate Coffee, sehingga ada pula yang duduk di luar sambil menikmati indahnya pemandangan pada hari ini. Setelah itu ketika para sesepuh dan pandita keluar dari Fortunate Coffee dilakukan syutting video singkat dimana dengan kamera heli kecil, merekam dari atas, dimana semua orang melambaikan tangan. Jamuan makan malam dilakukan untuk menutup hari yang penuh dengan kebahagiaan.

Hari selanjutnya, 6 Maret 2016, dimulailah Peresmian Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda yang tentunya sejak pagi hari telah dipenuhi oleh berbagai umat dan aktivis dari berbagai penjuru dunia. Peresmian ini diawali dengan pemotongan pita untuk meresmikan altar utama dan dilanjutkan pemotongan pita untuk meresmikan altar para patriat. Di lantai 1, pemotongan pita juga dilakukan untuk meresmikan altar para Buddha.

Pada malam harinya, kebaktian malam bersama dilakukan, yang disusul dengan jamuan makan malam. Setelah itu masuklah ke acara berikutnya yaitu malam kesenian yang terdiri dari nyanyian, paduan suara, tarian, dan berbagai acara kesenian lainnya. Hal yang berbeda pada acara kesenian kali ini karena acara kesenian tersebut diisi oleh tamu spesial, yaitu paduan suara Borneo Cantata, yang telah tampil mewakili Indonesia di event internasional. Sungguh dunia satu keluarga telah mulai terwujud. Suku, ras, dan agama yang berbeda tidak menjadi penghalang. Paduan suara Borneo Cantata hadir pada peresmian Maha Vihara Sejahtera Maitreya dan menampilkan paduan suara yang membuat semua penontonnya merinding dan tentunya berbahagia.

Setelah berbagai acara kesenian yang telah memanaskan suasana, tiba lah saatnya bimbingan nurani yang dibawakan oleh Maha Sesepuh Wang. Rasa syukur dan bahagia timbul karena bisa mendapatkan bimbingan langsung dari Maha Sesepuh Wang. Pada akhirnya, semangat bergelora timbul untuk bersama-sama mewujudkan Dunia Satu Keluarga.

Pada keesokan harinya, Kedua Maha Sesepuh dan para pandita berjumpa dengan para sekjen untuk melakukan silahturahmi. Pada acara tersebut walikota Samarinda berhalangan hadir, sehingga digantikan oleh sekjennya. Sungguh Dunia Satu Keluarga terwujud walau dari hal-hal yang kecil dan terlihat perbedaan bukan berarti menjadi pembatas atas segala hal yang dilakukan, namun perbedaan sebagai pelengkap untuk saling melengkapi dan membuat dunia menjadi lebih indah.

Demikianlah sepenggal beberapa acara peresmian yang dilakukan di Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda. Kesuksesan pembangunan Maha Vihara Sejahtera Maitreya, tidak hanya dilakukan oleh umat dan aktivis Samarinda saja. Namun banyak pihak yang turut serta hingga pada tanggal 6 Maret 2016, Maha Vihara Sejahtera Maitreya dapat diresmikan. Hal tersebut terutama didukung oleh masyarakat dan pemerintah Samarinda.  Dari hal-hal yang ada disekeliling kita, baik disadari maupun tidak disadari, Dunia Satu Keluarga sudah terwujud. Dunia Satu Keluarga akan terwujud dan menyebar lebih luas, apabila kita membentuk lingkungan satu keluarga mulai dari dalam diri sendiri.

For more picture click here

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here