Perayaan Waisak Bersama 2558, Vihara Dharma Citra Maitreya Parittiga – Bangka

0
1291

“Selamat Hari Raya Waisak”, terucap dari bibir pembawa acara pada malam itu. Tepat pada tanggal 15 bulan Mei lalu, umat di Vihara Dharma Citra Maitreya Parittiga berdatangan merayakan Waisak bersama. Acara waisak kali ini mengusung tema “Perayaan Waisak 2558 dan Lomba Karaoke Mandarin Simphony Satu Keluarga“.

Perayaan Waisak diawali dengan mempersembahkan sajian buah kehadapan Tuhan dan para Buddha serta bakti puja bersama. Setelah kebaktian bersama selesai dilaksanakan, tepatnya pukul 09:00 pagi; acara dilanjutkan dengan upacara pemandian patung Buddha Sakyamuni yang dipimpin langsung oleh ibu Pandita Liang. Semerbak bunga mawar di taburkan ke dalam air suci menyambut mentari yang semakin terik bersinar. Dengan senyum ramah ibu Pandita Liang mempersilahkan para umat berdoa dan mengambil air untuk dibawa pulang kerumah serta mendoakan agar semuanya penuh kebahagiaan, kelancaran dan keselamatan.

Pada Siang hari, para umat kembali memadati altar lantai dua untuk berbakti puja. Setelah sembahyang siang, pandita mendiksa umat yang ingin memohon jalan Ketuhanan pada siang itu. Kesibukan semakin terlihat ketika waktu menjelang sore, Ibu pandita dan para aktivis vihara sibuk menyiapkan keperluan jamuan makan malam. Sebagian lain mempersiapkan sound system yang akan dipergunakan pada acara perayaan waisak Simphony Satu Keluarga di malam hari.

Pada malam hari, perayaan waisak di meriahkan dengan acara kesenian yang menampilkan dua puluh finalis Simphony Satu Keluarga. Para finalis beraksi mengasah bakat menyanyi lagu mandarin yang terbagi menjadi empat kategori; kategori anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Para finalis yang tampil telah melewati proses seleksi secara audisi yang diselenggarakan pada tanggal 21-22 April 2014. Para peserta yang lolos audisi kembali mengikuti babak semi final yang diselenggarakan pada tanggal 5-6 Mei 2014; dan pada akhirnya terpilih sebanyak 20 peserta yang akan melaju ke babak final. Simphony tahun ini merupakan kali kedua diselengarakannya; dimana ditahun sebelumnya simphony diadakan dengan mengusung tema “Cinta Alam”.

Setelah bakti puja malam selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Ibu Pandita beserta para aktivis menyambut tamu yang datang dan mempersilahkan untuk menikmati jamuan vegetarian. Untuk mengantisipasi auditorium yang hanya berkapasitas lima ratus orang, sebuah proyektor besar dipasang di tempat jamuan makan untuk mengakomodasi para umat yang tak kebagian tempat didalam auditorium. Acara dimulai pada pukul 18:30 dengan lantunan malam suci Waisak oleh tim chorus yang beranggotakan ibu-ibu.

Acara selanjutnya adalah penampilan finalis anak-anak yang terdiri dari kakak beradik Jose Andreas dan Calista, Merin Samita, Jason Ferdinan serta Grace. Dengan penuh percaya diri kelima peserta menunjukan aksinya dipanggung dan menghibur para penonton yang memadati auditorium. Tingkah lucu mereka membuat banyak penonton bertepuk tangan memberikan dukungan.

Acara dilanjutkan dengan tarian mars riang gembira oleh anak-anak sekolah minggu Maitreya Parittiga. Sebanyak 120 anak-anak menari bersama dipandu oleh 5 instruktur yang berdiri didepan mereka. Senyum riang serta gerakan alami dari anak-anak membuat para orang tua yang sengaja datang menyaksikan mereka larut dalam tawa meilhat gerak lucu anak-anak mereka.

Penampilan selanjutnya datang dari ke 5 finalis kategori remaja yang begitu memukau; diantaranya yaitu Yuliana, Selvy, Christy Agustina, Anita dan Mita Elisya. Para peserta tak hentinya mendapatkan tepuk tangan dari para penonton dan sekejap suasana bertambah meriah ketika tarian alam yang ditampilkan oleh tim kilauan pelangi yang begitu enerjik menghiasi panggung. Tim yang beranggotak 27 anak-anak remaja ini menyuguhkan semangat membara serta keceriaan para remaja.

Setelah penampilan tim kilauan pelangi, acara dilanjutkan dengan penampilan ke 5 finalis kategori dewasa; diantaranya Nawan Sugiansyah, Adelia, Yenny, Andi putra dan Yulia. Lantunan yang dibawakan peserta begitu dihayati sehingga membuat para ibu mengantarkan bunga keatas panggung untuk dipersembahkan kepada para peserta. Tak kalah menggugah yaitu penampilan dari tim kilauan samudra yang mengguncang panggung auditorium dengan penuh semangat membara. Para aktivis menarikan mars riang gembira dan suara tepuk tangan begitu riuh terdengar dari barisan penonton.

Tepuk tangan semakin bertambah riuh ketika grand finalis orang tua tampil. Penampilan peserta orang tua ini begitu ditunggu-tunggu oleh para penonton; mengingat jarang sekali ajang bernyanyi yang diikuti oleh para orang tua. Mereka terdiri dari 5 peserta yaitu bapak Ng Fohon, Jiu Chunloi, Bong Saknie, Cong Kimli dan Phan Xianmoy. Belasan kuntum bunga dipersembahkan kepada para peserta.

Setelah penampilan semuanya selesai, ketiga juri yang terdiri dari bapak Andri, ibu Meta dan ibu Mike memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Para juri memuji penampilan para peserta dan berharap mereka terus belajar dan meningkatkan diri dibidang tarik suara. Setelah juri selesai memberikan komentar, Juara pertama simphony satu keluarga tahun 2013 (Chrisnella) melantunkan lagu ziran chuchu jixiang mendamaikan hati semua umat yang telah hadir memadati auditorium vihara dari pukul 18:30.

Acara selanjutnya datang dari tim Haiguang menarikan tarian alam kembali dengan judul lagu hexie de fengcao yiqi dan disusul dengan penampilan bapak Andri yang membawakan lagu jia yang begitu menyentuh hati. Tak ketiggalan juri lain yaitu bu Metta dan bu Mike juga menunjukan aksinya.

Acara ditutup dengan pengumuman juara, pembagian piala, hadiah serta souvernir kepada para peserta. Setiap Juri Simphony Satu Keluarga menerima plakat penghargaan. Segenap panitia vihara mengucapkan terimakasih kepada para umat yang telah hadir dan ikut serta menyukseskan perayaan Waisak bersama di Vihara Dharma Citra Maitreya Parittiga. Semoga Wadah ketuhanan Vihara Dharma Citra Maitreya Parittiga senantiasa berkembang jaya. Ganxie Laomu Ganxie Dajia.

More pictures click here

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here