Perayaan Cheng Beng 2016 di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira

0
933

Pada hari Minggu, 10 April 2016, Pusdiklat Buddhis Maitreyawira mengadakan Perayaan Cheng Beng Bersama, dimana para umat dengan tulus datang mengikuti berbagai acara dan ritual untuk mengenang dan membalas budi jasa leluhur.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan ceramah online dari Maha Sesepuh Wang. Kemudian dilanjutkan dengan bimbingan Dharma oleh Bapak Pandita Halim Zen Bodhi. Pada kesempatan tersebut, Bapak Pandita menekankan pentingnya kita untuk mengetahui, bersyukur, dan membalas budi jasa para leluhur kita. Bapak Pendita menjelaskan, ibarat kacang tidak boleh lupa pada kulitnya, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang datang seorang diri tanpa budi jasa dari para leluhur kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa bersyukur dan beramal untuk leluhur, demi membawakan sedikit pancaran terang bagi mereka.

Sementara acara di lantai tiga berlangsung, lantai dua telah dibuka stand-stand bagi para umat untuk menuliskan formulir sumbangan Cheng Beng. Para umat dapat menuliskan nama leluhur, dan memberikan dana sumbangan untuk nanti dituliskan ke naskah suci. Para umat juga dapat membeli bunga yang akan digunakan untuk ritual penyajian bunga nantinya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan sebuah tembang “Zeng Guang Yao Zu Gong De Yuan” oleh Saudara Benny, dan makan siang bersama. Setelah makan siang, para umat disungguhi dengan penampilan drama Cheng Beng oleh tim Drama Korda Tiga. Dimana drama tersebut menceritakan tentang bagaimana para leluhur kita sangat membutuhkan amal pahala kita di dunia untuk memberikan terang bagi mereka di alam arwah. Apabila kita melaksanakan amal kebajikan, seperti turut serta dalam pembangunan Maha Vihara, beramal, dan lain sebagainya, maka penderitaan leluhurnya di alam arwah akan berkurang.

Setelah penampilan drama, para umat melaksanakan ritual bakti puja Cheng Beng. Umat pria terlebih dahulu melaksanakan sembahyang siang dan diikuti dengan pembacaan naskah suci amal yang telah para umat sumbangkan untuk leluhur. Sementara umat wanita turun ke lantai dua untuk melaksanakan ritual penyajian bunga kepada altar leluhur. Baru kemudian bergantian, umat pria melaksanakan penyajian bunga ke lantai dua, sementara umat wanita melaksanakan ritual pembacaan naskah suci di lantai tiga.

Rangkaian acara hari itu berlangsung penuh khusyuk. Dengan perayaan Cheng Beng ini, para umat kembali diingatkan untuk senantiasa bersyukur dan membalas budi jasa leluhur kita. Mari kita semakin perbanyak amal pahala demi membawakan terang bagi leluhur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here