Mendengar Dengan Hati

0
963

Setiap orang merupakan tipe pendengar yang berbeda-beda, jika dikelompokkan setidaknya ada tiga tipe-tipe pendengar.

PERTAMA : MENDENGAR DENGAN MULUT

Orang tipe ini suka memotong pembicaraan atau mencari sela dan langsung menerobos. Orang seperti ini sebenarnya tidak mendengarkan, melainkan ingin didengarkan. Biasanya dia akan bercerita tentang kehebatannya sendiri atau tidak ingin kalah dari teman bicaranya.

KEDUA : MENDENGAR DENGAN KEPALA

Orang tipe ini akan kelihatan diam ketika rekan bicaranya berbicara, namun pikirannya terus berjalan mencoba mencari jawaban-jawaban atau alasan-alasan kalau pembicaraannya menyangkut dirinya. Bila orang sedang mengutarakan pendapat atau masalah, pikirannya akan sibuk membuat analisis atau kesimpulan. Singkatnya, ia sibuk dengan dirinya sendiri agar pada saatnya nanti, ia memberi jawaban yang memuaskan. Orang seperti ini biasanya menggunakan kata-kata : “kalau saya…” “mestinya…” atau “seharusnya…”. Fokus perhatiannya hanya tertuju pada apa yang dikatakan secara verbal oleh rekan bicaranya.

KETIGA : MENDENGAR DENGAN HATI

Mendengar dengan hati sering disebut dengan empati. Orang tipe ini mencoba keluar dari dirinya sendiri dan menempatkan diri seperti teman bicaranya. Fokus bukan pada apa yang dikatakan tetapi pada pribadi orang yang berbicara. Disini perasaannya lebih dominan ketimbang pikirannya, dengan menunjukkan bahasa non-verbal atau bahasa tubuh tertentu. Misalnya menggenggam dengan erat, menatap mata, mengangguk bahkan memeluk tanpa banyak kata. Ia juga berusaha agar si pembicara lebih leluasa mengungkapkan perasaanya. Untuk bisa bertipe seperti ini seseorang harus penuh perhatian dan peka akan kebutuhan orang lain.

 

Sekarang bagaimana dengan Anda? Ada banyak orang di sekitar kita yang kita temui setiap hari. Banyak di antara mereka yang ingin kita dengar suaranya. Banyak di antara mereka sebenarnya ingin berbicara tetapi menjadi takut dengan sikap kita. Banyak di antara mereka bukan hanya ingin mendengarkan saja, tetapi juga didengarkan. Didengar bukan hanya dengan telinga, tetapi juga dengan hati.

Betapa indahnya dunia ini bila kita semua selalu berusaha untuk selalu mendengarkan, apalagi dengan hati dan bukan ingin didengarkan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here