Membangun Keindahan Alam dimulai dari Keindahan Kodrati Manusia (2)

0
1491
Membangun keindahan Alam dimulai dari keindahan Kodrati Manusia (2)
Membangun keindahan Alam dimulai dari keindahan Kodrati Manusia (2)

Keheningan menyelimuti gunung-gunung kokoh yang menjulang, sejuta angan tersimpan di balik lilitan tabir halimun putih. Pohon menghijau laksana kumala, bunga-bunga mekar penuh warna di sepanjang perbukitan. Lautan awan menghampar bagai gumpalan kapas, menaungi barisan pegunungan yang menghijau. Rintik gerimis menerpa gunung, membuat pepohonan, ranting, dan ilalang terayun-ayun, mencetak lukisan abstrak dengan bayangan yang luar biasa indah!
Eloknya puncak gunung yang meruncing, di mana batu-batu besar dengan aneka bentuk yang menakjubkan terhampar. Damai dan asrinya dataran hijau, lembah landai yang sunyi dan terpencil. Samudra raya membiru, sebiru langit yang luas tak terbatas. Ombak yang berbuih seputih salju menabuh pantai. Kehidupan alam bawah laut begitu kaya dan beraneka ragam. Keindahan alam yang tiada tara ini menunjukkan betapa Sang Bunda Ilahi adalah Estetikawan Teragung di semesta raya, adalah Pelukis sekaligus Kaligrafis yang mencengangkan setiap pasang mata yang menikmati buah karya-Nya. Semua ciptaan-Nya mendatangkan keteduhan dan kebahagiaan bagi jiwa, membuat kita enggan untuk beranjak. Keindahannya mampu melepaskan segala beban pikiran dan keresahan dalam diri kita. Demikianlah, apabila keindahan kodrati manusia juga kita pancarkan, hadirlah kehangatan dan keakraban di antara sesama. Manusia hidup dengan sikap saling menghormati dan saling mengasihi, betapa indah dan membahagiakan, bebas dari segala kekhawatiran.

Gemercik air mengalir dengan irama merdu. Riak air sungai menyebar, telaga hijau berkilauan laksana cermin. Jernihnya air kolam sehingga kita mampu melihat sampai ke dasarnya. Indahnya danau, tepian sungai, bayangan gunung, dan rerimbunan pohon yang terpantul di atas permukaan air, bagaikan lukisan alam. Betapa indah kicauan burung dan harumnya bunga, sejuknya angin sepoi, dan debur ombak lautan. Riuhnya bisikan padi di sawah kala diterpa angin, segarnya sayur mayur, sementara lautan bunga mempesona terhampar menghias bumi. Indahnya rerumputan hijau di pinggiran jalan, serta bunga-bunga kecil aneka warna yang terselip di antaranya, menampilkan semangat hidup yang indah. Sungguh, Tuhan-lah seniman teragung di dunia ini! Setiap karya-Nya indah dan sarat manfaat, begitu mulia dan elok di mata, membuat hidup kita menjadi cerah dan ceria, sekujur tubuh terasa terasa nyaman dan leluasa. Begitu juga jika keindahan kodrati manusia kita pancarkan, maka bagai diterpa hembusan angin musim semi yang menyegarkan, senyuman kebahagiaan akan senantiasa merekah di wajah kita.

Betapa indahnya bumi dengan lautan yang membentang luas tak terbatas, ruas-ruas sungai yang melebar dan berkelok-kelok, danau hijau pualam yang dalam dan hening, sungai-sungai kecil yang bersenandung riang. Pegunungan berbaris memanjang, pepohonan tumbuh dengan rimbun, padang sabana subur menghijau, warna-warni pelangi kuntum bunga, dunia flora pun tumbuh subur. Damainya kehidupan ikan-ikan yang bertamasya menjelajah lautan, semua makhluk hidup memancarkan semangat hidup yang dinamis. Burung-burung terbang melayang dengan leluasa, ulat-ulat terlelap malas. Segarnya mata air yang tak pernah kering, dan bunga merebak wangi. Aroma tanah yang khas bersama aroma rumput, pohon, buah-buahan, sayur mayur, gandum, dan kacang-kacangan, menyebar memenuhi permukaan planet bumi ini, membiarkan kita menikmatinya dengan bebas.

Kasih Bunda sungguh tiada tara, memenuhi dunia ini, memberi keleluasaan bagi mahkluk hidup yang tak terhitung banyaknya untuk terus berkembang. Keindahan kodrati manusia membuat kita merasa berada dalam naungan cinta kasih yang tak terbatas, begitu hangat, damai, dan harmonis, sekaligus mendatangkan rasa percaya diri, menjanjikan harapan akan masa depan yang gemilang.

Keindahan kodrati manusia membuat kita hidup dalam pesona keindahan dalam segenap hidup, dari lahir hingga akhir hayat:
Indahnya seorang bayi yang lugu-polos, suci-murni tanpa noda;
Indahnya jiwa yang jujur dan riang gembira pada bocah lelaki;
Indahnya seorang gadis kecil manis yang polos penuh pesona;
Indahnya kehidupan remaja yang enerjik, dinamis, dan penuh vitalitas;
Indahnya kecantikan seorang wanita berbudi pekerti luhur yang berpancar dari gerak-geriknya yang lemah lembut dan sopan;
Indahnya Jiwa patriotik dan kepahlawanan seorang lelaki dewasa bagai mentari yang terbit di ufuk Timur;
Indahnya sikap mantap, matang, sabar, serta keseriusan di usia paruh baya yang penuh kepercayaan diri;
Indahnya ketenangan dan kedamaian di usia senja yang memancarkan kasih;
keindahan tetap berpancar sekalipun saat kematian datang menjemput. Pergi dalam kedamaian, hati nurani bebas dari deraan rasa bersalah. Tiada ikatan, bebas dari ketidakpastian.

Keindahan sejati berpancar ketika seseorang menjadikan hati nurani yang cemerlang sebagai penguasa atas jasmaninya. Hati nurani mengendalikan setiap ucap kata, setiap tindak perbuatan, setiap niat dan pikiran. Bahkan pada setiap kerutan dahi dan senyuman; ataupun saat kita berbicara, diam, bergerak, duduk, atau berbaring; saat bekerja, baik di saat aktif maupun passif, saat mengantar atau menjemput tamu. Jika sikap kita terhadap orang lain—kapan dan di manapun, baik dalam urusan pribadi maupun kepentingan umum—senantiasa berada di bawah kesadaran nurani, inilah manifestasi keindahan alam. Singkatnya, keindahan kodrati manusia adalah keindahan dari pribadi Maitreyani, Keindahan Ilahi, Keindahan kasih, Keindahan hati nurani, adalah keindahan dari jiwa yang wajar dan asali.

Keindahan kodrati manusia terlihat dari bagaimana sikap kita dalam menggunakan mata untuk melihat, terlihat dari bagaimana sikap kita saat menggunakan telinga untuk mendengar, terlihat dari kata-kata yang keluar dari mulut kita, terus berkembang dan menyebar melalui setiap tindak perbuatan yang kita lakukan, terlihat dalam setiap benak dan pikiran kita, dan juga terlihat dari bagaimana kita menggunakan hidung untuk membaui dan mulut untuk mengecap makanan.

Indahnya langit, bumi, laksa makhluk, dan sejuta benda begitu menggugah, begitu memikat dan mengundang kerinduan. Semua ini adalah karena langit, bumi, dan laksa makhluk tidak mementingkan diri sendiri, tiada ego, tak pernah menganggap dirinya telah berjasa bagi umat manusia. Mereka tak menuntut bayaran, tak mengharapkan balas jasa, bahkan tak ingin dikenal, namun selamanya memberi dan menyumbang dalam keheningan, tanpa keakuan. Demikian pula dengan keindahan kodrati manusia yang begitu menggugah, begitu memikat, membangkitkan kekaguman dan ketulusan dalam hati, karena keindahan kodrati manusia sejalan dengan keindahan langit-bumi dan laksa makhluk.
Kegagalan mewujudkan keindahan kodrati telah mengakibatkan terbentuknya konsep hidup, kehidupan dan gaya hidup yang keliru, yang kemudian melahirkan konsep beragama yang ekstrim, konsep seni dan estetika yang menyimpang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here