Memaklumi Seseorang

0
957

Memaklumi sesama adalah perbuatan mulia apalagi jikalau dilakukan terhadap mereka yang telah berbuat tidak baik kepada kita. Meski berat dan sulit, tetapi sikap memaklumi adalah sikap positif yang paling baik untuk menghadapi setiap keburukan atau ketidak-baikan. Memang demi alasan mengimpasi dosa karma masa lampau, kita anjurkan untuk selalu memaklumi bahkan mengampuni orang yang telah berbuat jahat pada kita. Sebab kalau kita berontak dan membalas kejahatan dengan kejahatan pula, maka kita akan terus memupuk dosa karma baru sehingga tak akan ada habisnya. Tetapi sesungguhnya di atas semua itu ada alasan yang lebih penting dan utama, yaitu ketika kita mampu memancarkan Hati Nurani kita melalui sikap permakluman dan pemaafan yang luar biasa. Memaklumi orang yang telah berbuat tidak baik bukan berarti semakin menjerumuskan lantaran membiarkannya makin tinggi hati sehingga sama sekali tidak menyadari perbuatan jahatnya. Bukan sedang memanjakan mereka yang telah berbuat jahat, tetapi sikap memaklumi dan memaafkan justru akan menjadi perisai terbaik untuk menggugah Hati Nuraniya sekaligus menuntunnya kembali ke jalan yang benar. Mungkin dengan sikap memaklumi yang ditunjukkan akan membuat orang yang sedang tertutup mata hatinya itu tertawa sinis dan angkuh di dalam ‘ kemenangan’nya. Tetapi sesungguhnya pada waktu itu ia justru adalah si pecundang yang paling malang dan patut dikasihani lantaran sama sekali tak menyadari perbuatan jahatnya apalagi mengenali kemuliaan Hati Nuraniya. Meski jahat dan sesat, toh setiap orang memiliki Hati Nurani percikan suci roh Tuhan di dalam dirinya tanpa kecuali. Dan hanya perilaku Nurani yaitu kasih pemakluman sekaligus pemaafan barulah mampu menggugah Nurani setiap insan.

Boleh jadi seseorang yang sudah berbuat tidak baik kepada orang lain akan semakin tinggi hati dan terjerumus ke dalam neraka lantaran orang yang dihadapinya adalah si bajik yang selalu mengalah sehingga terkesan ia sama sekali tidak diingatkan akan perilaku buruknya. Tetapi tidak setiap kali ia akan bertemu dengan orang-orang bijak seperti itu. Mungkin pada akhirnya ia akan bertemu orang yang tidak tahan dengan perilaku jahatnya lalu berontak dan melawannya. Pada saat itu boleh jadi kesadaraanya akan terkuak dan ia akan mulai mengingat kembali seseorang yang selama ini selalu mengalah, memaklumi  dan tak pernah melawannya, Kesadaran itu akan menuntunnya untuk membuka mata hatinya sehingga ia mulai terbuka untuk sebuah kebenaran.

Tuhan Maha Adil dan Maha Mengetahui. Meski di mata duniawi seorang yang selalu mengalah dan memaklumi kelihatannya begitu malang dan menderita lantaran terus diinjak dan disakiti oleh mereka yang sedang tertutup mata hatinya. Tetapi Tuhan akan mengatur yang terbaik sehingga kebeneran akan menemukan jalannya. Selalu ada jalan untuk sebuah kebenaran meski pada awalnya harus sedikit merugi diri dengan mengalah dan terus mengalah dan terus memaklumi mereka yang telah berbuat tidak baik. Sebagaimana Tuhan yang senantiasa membuka pintu pemakluman dan pengampunan kepada semua anak-Nya tanpa kecuali. Bukankah tidak semua anak-anak Tuhan tulus beriman kepada-Nya? Ada yang ketika menghadapi ujian dan cobaan malah menghujat dan menyalahkan Tuhan bahkan berpaling dari-Nya. Tetapi toh Tuhan tetap memaklumi dan mengampuni bahkan terus menunggu suatu saat nanti anak-anak-Nya yang sesat akan sadar dan bertobat. Bukan berarti Tuhan memanjakannya atau malah menjerumuskannya ke neraka. Tetapi itulah cara Tuhan melalui kebesaran kasih dan kearifan-Nya menuntun anak-anak-Nya yang sesat kembali ke jalan yang benar. Justru di dalam setiap perilaku Hati Nurani yang penuh kasih memaklumi itulah tersimpan hukum kebenaran yang mampu menggugah Nurani siapapun.

“Ketika bersujud memohon kepada Buddha Maitreya, seringkali kita terlalu tercekat pada kemauan diri dan berusaha memaksakan kehendak demi dikabulkan sesuai harapan ataupun keinginan kita

Sumber :

Pandita Anna Monita

Majalah Maitreya Edisi 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here