Kunjungan Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI ke Maha Vihara Maitreya Medan

0
1587

Kunjungan yang dilakukan oleh Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI, Drs. A. Joko Wuryanto, S.Sos, S.Ag, M.Si, M.Pd, berlangsung selama 2 hari. Sabtu (5/10), sekitar pukul 18.30 WIB Dirjen datang bersama rombongan. Minggu (6/10), pukul 09.00 WIB Dirjen Bimas Buddha menghadiri pertemuan bersama bertempat di Sky Room lantai 2 Maha Vihara Maitreya.

Tujuan dari kedatangan Dirjen adalah dalam rangka peninjauan pembangunan sekolah umum berciri khas Buddhis Maitreyawira. Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pandita Satya Vira, S.Pd.B, kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh koordinator umum Sekolah Maitreyawira, Tek Jan, S.T. Dalam presentasi tersebut beliau menyebutkan bahwa kerangka bangunan sekolah Maitreyawira akan rampung dalam waktu 8 bulan. Motto dari Sekolah Maitreyawira adalah “Bright heart, Bright mind and Bright future”.

Untuk tahun ajaran ini sudah dibuka tiga kelas, dua kelas untuk PAUD dan satu kelas untuk TK A. Dan tahun depan akan dibuka kelas baru lagi untuk TK B. Tahun ini proses belajar mengajar masih bertempat di lantai 2 Maha Vihara Maitreya.

Setelah presentasi oleh Tek Jan, S.T selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Maha Pandita Citrawira selaku Ketua Umum DPP MAPANBUMI (Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia) sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Buddhis Cahaya Kasih Maitreya. Dalam kata sambutannya beliau menyebutkan bahwa MAPANBUMI memiliki peran dan tanggung jawab bukan dalam hal agama semata, tapi juga berperan di bidang pendidikan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pengarahan oleh Dirjen Bimas Buddha, Drs. A. Joko Wuryanto, S.Sos, S.Ag, M.Si,M.Pd. Dalam kata sambutannya beliau mengatakan bahwa untuk menjalankan 4 sehat 5 sempurna dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. 4 sehat 5 sempurna yang disebutkan bukan 4 sehat 5 sempurna dalam arti makanan, tapi sehat secara spiritual kepada Tuhan YME, sehat spiritual dengan kebahagiaan berbagi/berdana, sehat intelektual, sehat keuangan dan sempurna dalam membantu orang lain. Dalam arti kita bisa berguna bagi semua orang bukan hanya bagi lingkungan sekitar, tapi bisa berguna bagi masyarakat luas, bangsa dan agama.

Beliau mengharapkan Vihara atau tempat ibadah-ibadah lainnya bisa menjadi tempat yang multifungsi, bisa untuk berbakti puja, sebagai sarana pendidikan, seni budaya dan sosial juga. Usai kata sambutan acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata oleh Maha Pandita Citrawira, dan acara ditutup dengan peninjauan kelas belajar dan lokasi pembangunan gedung sekolah Maitreyawira oleh Dirjen Bimas Buddha beserta rombongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here