Kehidupan Manusia yang Indah-Kehidupan yang Penuh Syukur

0
1118

Hidup adalah Penderitaan, dharma yang sering kita dengar dari dulu sampai sekarang. Derita karena dosa karma kehidupan masa lalu. Tentu ini bukan dharma yang salah, segala penderitaan hidup pasti bisa kita alami. Namun jika kita setiap hari hanya berpikir dan membahas tentang segala derita, lalu ketika tiba di vihara masih juga tetap membahas kesulitan dalam hidup, itu sama sekali tidak membantu apa-apa dalam kehidupan kita.

Energi Positif

Kini kita telah memasuki abad 21, abad Maitreya. Saatnya kita membahas hidup sukacita dan penuh berkah. Artinya hidup seharusnya dihadapi dengan sukacita, hati yang penuh rasa syukur, dan selalu berpikir sedehana. Sikap demikian akan menghadirkan energi positif dalam hidup kita. Kita tidak pernah tahu kapan bencana hadir di depan mata, namun dengan adanya energi positif barulah bisa lolos dari maha bencana. Sikap yang selalu penuh syukur juga menghadirkan energi positif. Setiap saat selalu ingat untuk gan en (bersyukur). Dalam Wadah Ketuhanan kita terbiasa mengucapkan xie xie ci bei. Ucap kata yang baik juga menghadirkan energi positif. Sekarang kita tingkatkan lagi dengan menambahkan gan en sehingga menjadi xie xie ci bei gan en.

Bersyukur, Menyayangi Berkah, dan Bersukacita

Sebelum parinibbana pada tahun 1999, Hao Ci Da Di berpesan, agar kita senantiasa bersyukur dan menyayangi berkah. Mensyukuri segalanya, segalanya disyukuri, bersyukur atas segala hal.

Menyayangi berkah berarti mengasihi alam semesta. Kita harus menghargai berkah, baru berkah bisa menghampiri kita. Orang yang mengerti syukur adalah orang yang bisa berbagi dengan orang lain. Orang yang memiliki syukur akan mendapat berkah lebih banyak dan akan diberkahi kelimpahan. Orang yang tidak memiliki rasa syukur maka sebaliknya tidak memiliki keberlimpahan bahkan apa yang dimilikinya akan hilang darinya. Jika kita dapat berbagi dengan orang lain maka kita akan dapat lebih dari itu. Ini hukum alam.

Mengapa orang mengerti syukur akan mendapat lebih banyak berkah? Dalam Sutra pernah tercatat bahwa Bumi Suci Maitreya adalah bumi yang penuh dengan kelimpahan. Bukan hanya kelimpahan materi namun juga kelimpahan spiritual yaitu kedamaian, keheningan, kesukacitaan, dan kebahagiaan. Inilah berkah yang luar biasa dari Buddha Maitreya. Namun hanya orang yang rendah hati, tidak boros, rajin, tulus, selalu bersyukur yang mendapat kelimpahan berkah ini. Sebaliknya jika kita sudah dapat banyak, tetapi sangat perhitungan, tidak pernah mau menolong orang, tidak mau berbuat baik, pelit, walaupun berkah banyak, pelan-pelan akan habis juga.

Menghormati Segalanya-Segalanya Dihormati

Pertama : Hormat syukur kepada orang tua yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan kita. Mendengar nasehat dan bimbingan mereka, merawat kedua orang tua, dan membahagiakan mereka. Inilah amal nyata rasa hormat kita kepada kedua orang tua.

Kedua : Hormat dengan tulus kepada LAOMU, Buddha Maitreya, pada Buddha Bodhisattva atas penyertaan dan perlindungan-Nya dalam hidup kita.

Ketiga : Hormati setiap orang, baik yang berbudi kepada kita maupun yang bersikap tidak baik kepada kita. Karena pada dasarnya setiap orang adalah contoh dan teladan yang baik bagi kita. Bersyukur kepada orang yang menjatuhkanmu karena dia membantumu  menjadi mandiri. Bersyukur kepada orang mendustaimu karena membuatmu lebih arif. Bersyukur kepada orang meremehkanmu karena membentuk sifatmu menjadi berwibawa. Bersyukur kepada orang yang melupakan dan melentarkanmu karena mendorongmu semakin mandiri. Bersyukur kepada orang yang menyakitimu karena ia telah menyadarkanmu untuk melihat kenyataan.

Keempat : Hormati segala…setiap benda yang telah membantu kita dan setiap makhluk yang ada di sekeliling kita. Setiap benda dan makhluk telah memberikan kontribusi yang besar bagi keindahan dan keberlangsungan hidup kita.

Perjalanan hidup tak selamanya mulus dan lancar. Namun jika semuanya dihadapi dengan rasa syukur maka semua penderitaan akan menjadi berkah yang indah di kemudian hari.

Begitulah indahnya sebuah kepribadian yang penuh rasa syukur (gan en), kehidupan pun menjadi indah.

Jadi…Bersyukurlah selalu!

 

Sumber :

Majalah Maitreya edisi 2015

Khotbah Dharma oleh Pdt .Edward Luminto

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here