Kapan Merasa ‘Cukup’

0
717

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia adalah ‘cukup’. Kapankah kita bisa berkata ‘cukup’? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha selalu merasa pendapatan perusahaan masih di bawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang perhatian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang, kurang dan kurang. Lalu kapan baru dikatakan ‘cukup’? Berapa ‘banyak’ dan ‘besar’ sebuah kepemilikan baru bisa cukup?

Jika kita mengukurnya dengan timbangan KEINGINAN dan KESERAKAHAN, maka seberapa banyakpun yang kita miliki, tak akan membuat kita merasa cukup. Berapa besarpun yang kita dapatkan, tak akan membuat kita merasa cukup. Keinginan dan keserakahan adalah lubang yang tidak berdasar. Ditimbun dengan segenap isi bumi pun tak akan pernah penuh! Seribu alam semesta dimasukkan ke dalamnya pun tak mampu memenuhinya!

Sesungguhnya, seluruh isi bumi ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan umat manusia dan tak akan pernah habis-habisnya. Namun karena keinginan dan keserakahan, sepuluh bumi pun tak akan cukup untuk memenuhi keinginan dan keserakahan segelintir orang saja. Inilah yang menjadi penyebab penderitaan umat manusia dan hidupnya akan jauh dari kebahagiaan.

Kapankah bisa berkata ‘CUKUP’? ‘Cukup’ bukan hanya persoalan kepuasan hati. ‘Cukup’ hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa BERSYUKUR. Bersyukur adalah kemauan menghargai dan menikmati apa yang sudah dimiliki. Semiskin apapun hidup kita, jika kita mau menghargai dan menikmatinya, hidup kita pasti bahagia!

Orang bahagia tidak ditentukan dari berapa banyak harta yang dia miliki tapi dari berapa besar rasa syukur yang ia miliki!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here