Hidup Terlalu Berarti untuk Disia-siakan

0
677

Hidup bukanlah sebuah petualangan yang tak ada artinya. 

Bukan pula sebuah pertaruhan yang konyol.

Jangan pernah pertaruhkan hidupmu untuk sesuatu yang sia-sia.

Karena hidup begitu berarti. Karena hidup terlalu berharga untuk disia-siakan begitu saja..

Betapa luar biasanya Tuhan menciptakan kita. Bayangkan, dari sebuah embrio yang hanya berbentuk sebesar biji kacang hijau, kemudian menjadi seorang anak manusia yang memiliki mata, hidung, mulut, telinga, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Terlahir menjadi seorang manusia yang punya begitu banyak kesempatan untuk berbuat demi membalas segala rahmat kasihNya kepada kita. Mungkin hidup yang kita miliki tidaklah sesempurna apa yang kita harapkan. Tetapi setidaknya mungkin itu jauh lebih baik dari mereka-mereka yang bernasib jauh lebih malang dari kita. Lalu mengapa kita tidak mencoba belajar mencintai hidup kita dan mensyukuri hidup pemberian Tuhan kepada kita ini, dengan menghargai apapun yang kita miliki ?

Betapa kita begitu sering meracuni hidup dengan kebencian, dendam, ketidak-puasan dan sakit hati. Tidak jarang kita suka mebiusi hidup dengan keserakahan yang tak habis-habisnya dan keangkuhan di luar batas. Betapa kita telah menyesatkan hidup dengan kebodohan dan keegoisan. Saling berebut dan berselisih; mau menang sendiri dan mengorbankan orang lain, dengki, iri hati, dendam dan sakit hati.

Selama ini mungkin kita sudah terlalu sering menyiksa diri kita sendiri dan merusak hidup ini. Kita terus merusak dan menyia-nyiakan hidup dengan mencari dan terus mencari celah kekurangan yang ada sehingga kita merasa hidup kita begitu malang dan buruk.

Betapa sering kita menelantarkan hidup, kebahagiaan, masa depan dan mengorbankan segala yang telah kita miliki hanya karena tak mampu mencintai, mensyukuri, dan menghargai hidup pemberian Tuhan. Nikmati saja apapun yang kita miliki dengan penuh rasa syukur. Niscaya hidup akan semakin indah dijalani dan kita pun akan semakin mencintai hidup kita.

Hidup tidak serumit yang kita pikirkan. Bagaimanapun hidup menawarkan banyak pilihan. Masalahnya bagaimana kita menjatuhkan pilihan kita saja.  Kalau kita memilih untuk bahagia maka kita akan berbahagia sekarang juga. Sebaliknya kalau kita memilih untuk menderita maka di dalam kepenuhan sekalipun kita tetap akan merasa kekurangan dan tidak bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here