Habis Gelap Terbitlah Terang

0
1229

21 April 1879, lahirlah seorang perempuan yang bernama Raden Ajeng Kartini. Tak disangka, perempuan tersebut berpengaruh besar terhadap negara Indonesia. Bahkan hingga sekarang, pada tanggal kelahirannya masih diperingati oleh semua rakyat Indonesia khususnya perempuan.

Sebagai salah satu pahlawan wanita yang paling terkenang di Indonesia, R.A Kartini memang pantas disebut sebagai pahlawan karena dengan jasa mulianya yang berjuang dan bercita-cita untuk memajukan derajat wanita pribumi yang tengah berada di masa yang rendah pada saat itu. Tak memiliki pendidikan yang tinggi, pahlawan wanita yang hanya mengenyam pendidikan usia 12 tahun ini banyak belajar ilmu pengetahuan, sosial dan kebudayaan melalui hobinya membaca. Membaca apapun yang ia lihat, buku ataupun surat kabar. Dengan kemampuan berbahasa Belanda nya, R.A Kartini sangat aktif dalam menyumbang ide pikiran, opini melalui surat kabar yang pada masa itu masih berbahasa Belanda.

Rose Abendanon, salah seorang sahabat wanita R.A Kartini membuka matanya tentang kemajuan berpikir wanita eropa pada masa itu. Hal inilah yang mendorong keinginan R.A Kartini demi memajukan dan memperjuangkan hak dan emansipasi wanita dengan adanya sekolah khusus untuk wanita yang didirikan R.A Kartini. R.A kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 17 September 1904, berusia 25 tahun yang tergolong masih belia karena tengah melahirkan seorang anak.

Tidak hanya untuk wanita, kata bijak R.A Kartini ini pantas menjadi renungan setiap Insan. Berikut ini adalah beberapa kutipan kata-kata yang bisa menasihati sekaligus memotivasi kita agar lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan. Kutipan-kutipan ini berasal dari dari surat – surat Kartini dengan teman korespondensi maupun artikel yang ditulisnya di surat kabar, hasil dari pemikiran sesosok wanita tangguh. R.A Kartini.

  1. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu – satunya hal yang benar – benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri. Karena sebanyak apapun hal yang bisa menjatuhkan diri kita, yang paling mendasar dan paling utama adalah diri kita sendiri dengan sikap yang kita lakukan.
  2. Saat membicarakan orang lain anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik. Karena membicarakan keburukan orang lain bagai memakan bangkai saudaranya sendiri. Sebaik-baik perkataan adalah membicarakan kebaikan orang lain dibelakangnya.
  3. Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai. Karena senyum di wajah orang yang kita cintai adalah salah satu anugerah yang harus kamu lihat.
  4. Jangan mengeluhkan hal – hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang. Ketika kita sibuk mengeluh, apakah kita pernah menyadari bahwa kita yang membiarkannya datang?
  5. Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam. Selagi mimpi itu gratis, kenapa kita tak mencoba lebih tinggi?
  6. Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat Aku mau! membuat kita mudah mendaki puncak gunung. Aku mau dan aku bisa. Karena kita tak kan pernah tau apakah kita bisa sebelum kita mencoba dan mau untuk berusaha.
  7. Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia. Karena mencari kebahagian itu sebenarnya sederhana, tetapi sangat sulit untuk dilakukan salah satunya mengurangi rasa dendam. Cobalah.
  8. Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain. Berjuang membebaskan diri dahulu sebelum membebaskan orang lain. Karena kita tidak dapat membebaskan orang lain selagi kita masih terkekang.
  9. Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu. Karena tidak ada kebahagian yang datang tanpa mencicipi kesulitan yang mendera.
  10. Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang. Karena seseorang benar-benar dikatakan kalah adalah ketika dia memutuskan untuk menyerah.
  11. Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain? Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling berguna bagi orang lain. Terus apa kita hanya ingin memanfaatkan kegunaan orang lain tanpa pernah merasakan menjadi orang yang berguna bagi orang lain?
  12. Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia. Kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi. Tidak ada tempat berserah lagi selain Tuhan.
  13. Salah satu daripada cita – cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita – citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan. Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu terima kasih namanya. Tidak ada salahnya mengucapkan terima kasih terhadap orang yang telah membantu meringankan beban yang kita pikul.
  14. Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni. (dalam salah satu kalimat isi suratnya kepada sahabatnya Ny. Abendanon di Belanda, tahun 1902)
  15. Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam. Habis gelap terbitlah terang. – R. A. Kartini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here