Dunia Satu Keluarga

0
1552

Dunia memiliki berjuta-juta ragam dan perbedaan. Penduduk dunia yang terdiri dari berbagai suku, bangsa dan negara menjadi tembok-tembok pemisah yang kokoh tak tergoyahkan. Perbedaan membuat kita gagal melihat persamaan dan kebersamaan. Mengagungkan diri dan menolak keberadaan yang lain. Mungkinkah perbedaan menjadi satu persamaan? Jika tidak mungkin bagaimana dunia bisa menjadi satu keluarga?

Dunia menjadi satu keluarga bukan dengan menyatukan semua bangsa menjadi satu bangsa, semua adat dan budaya menjadi satu adat dan budaya, lebih-lebih bukan dengan meniadakan agama-agama lain dan menonjolkan satu agamaku, atau dengan meleburkan semua agama menjadi satu agama.

Usaha untuk menyatukan bangsa, budaya dan agama bukan saja tidak menjadikan dunia satu keluarga malah sebaliknya mendatangkan semakin banyak pemaksaan, ketidakadilan, kekerasan bahkan prahara dan bencana bagi dunia dan umat manusia. Usaha menjadikan dunia satu adat dan budaya, satu agama, satu suku bangsa dengan satu warna kulit sudah tidak sejalan dengan hakekat kehidupan dan hukum alam. Alam sendiri adalah sebuah perpaduan laksa aneka dan ragam yang luar biasa! Tidak mungkin hanya ada satu citarasa, satu bunyi suara, satu warna dan satu aroma dan bentuk di dunia. Sama halnya tidak mungkin semua manusia memiliki bentuk wajah, tinggi dan berat badan, dengan karakter dan kepribadian yang satu dan sama.

Apapun perbedaan kita, kita tetap Satu Keluarga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here