Bersyukur, Menghargai Berkah dan Bersukacita

0
1306

Dengan rasa syukur segala kekurangan menjadi kecukupan. Segala ketidak-lancaran menjadi pelajaran. Dan segala penderitaan adalah kebahagiaan….

Hidup yang paling menderita adalah hidup yang tidak mengenal rasa syukur, menghargai berkah sehingga tak mampu bersukacita. Sesungguhnyalah ketika kita mulai membenci hidup kita dan menyalahkan segalanya kepada orang-orang di sekeliling kita, maka saat itu juga kita telah tak mampu mensyukuri hidup kita.

Bagaimana bisa berbahagia dan bersukacita di dalam hidup jikalau kita tidak mampu bersyukur dan menghargai berkah ? Ketika kita mampu hidup dengan rasa syukur, menghargai berkah dan bersukacita maka jelas kita pun telah gagal mencintai hidup kita. Padahal Tuhan telah memberi yang terbaik kepada kita. Hanya saja kita suka menuntut dan tak puas sehingga kita selalu merasa kekurangan di dalam kelebihan yang kita miliki.

Mengapa kita tidak mencoba belajar bersyukur, menghargai berkah dan bersukacita sehingga kita bisa belajar mencintai hidup kita? Bagaimanapun hidup adalah anugerah yang sepatutnya disyukuri dan dihargai. Menyia-nyiakannya berarti membuang kebahagiaan yang seharusnya bisa kita miliki. Belajarlah mencintai hidup dengan bersyukur, menghargai berkah dan bersukacita sebab itu berarti kita telah mengasihi Tuhan dan diri kita sendiri.

Singkat kata, selalu ada banyak cara dan kemungkinan bagi kita untuk bersedih hati. Tetapi ada lebih banyak jalan bagi kita untuk bersukacita dan berbahagia. Lalu mengapa kita tidak mencoba untuk bersukacita sekarang juga dan pada momen ini juga dengan bersyukur sekaligus menghargai berkah dan apapun yang telah kita miliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here